Minggu, Mei 11, 2008

Untuk Bandung Tercinta-2


Sebagai orang yang dilahirkan dan menghabiskan sebagian besar hidup di Bandung, saya merasa prihatin melihat adanya penurunan kualitas lingkungan maupun kualitas kehidupan warga Bandung dan tergerak untuk ikut berkontribusi mencari pemecahannya secara cerdas,kreatif dan partisipatif.

Masalah-masalah perkotaan di Bandung tidak bisa dipecahkan hanya dari aspek teknis, tapi juga menuntut adanya kepemimpinan yang kompeten, tanggap, dan peduli.

Tantangan ke depan adalah bagaimana agar berbagai inisiatif dan energi kreatif dan inovatif bisa berkembang di Bandung.

Kualitas kepemimpinan yang dituntut kota Bandung saat ini adalah adanya keseimbangan antara kepedulian, keberanian, dan keahlian sekaligus. Yaitu kepemimpinan yang mau mendengar apa yang diinginkan warganya dan memahami apa yang dibutuhkan kota ini, bisa tegas mengambil keputusan, dan bisa mengajak berbagai pihak untuk bersama menjalankannya.

Apa yang seharusnya dilakukan?
  • Mencari terobosan dan keluar dari cara berpikir tradisional
  • Pemanfaatan best practices dan bad practices dalam proses perencanaan Komitmen bersama dan meminimalkan ego-sektoral
  • Stakeholder democracy – pengambilan keputusan secara inklusif
  • Membawa pelayanan kepada warga bukan sebaliknya
  • Melihat pedagang kaki lima dan sektor informal sebagai aset, bukan masalah
  • Memfokuskan pada hasil bukan input dalam penggunaan anggaran daerah

Bagaimana caranya?
  • Membuka akses terhadap pelayanan dasar dan pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, perumahan yang layak, kesempatan berusaha, informasi dan akses internet bagi warga.
  • Memecahkan masalah-masalah kemacetan, persampahan, perparkiran, banjir, dan kerusakan lingkungan secara serius dan inovatif
  • Mengembangkan kualitas angkutan umum dan penyediaan fasilitas pedestrian yang nyaman
  • Menjadikan Bandung kota yang nyaman dan ramah terhadap perempuan, generasi muda, anak-anak, orang tua (manula), dan penyandang cacat antara lain dengan menyediakan berbagai fasilitas umum yang khas sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
  • Mengembangkan iklim berusaha yang sehat, memfasilitasi muncul dan berkembangnya usaha-usaha kreatif, dan meningkatkan daya saing pasar tradisional, pengusaha kecil dan sektor informal melalui penyediaan layanan perizinan yang mudah, modal dan ruang usaha.
  • Mengubah mindset birokrasi untuk menjadi aparat yang tanggap, profesional, dan bisa dipercaya.
  • Menstimulasi dan memfasilitasi berbagai inisiatif independen dan ekspresi kelompok-kelompok warga dengan menyediakan dan memfungsikan sarana olah raga dan kesenian, perpustakaan, dan ruang-ruang publik seperti taman-taman, ruang terbuka, dan fasilitas kebudayaan.
  • Mendayagunakan aset-aset kota termasuk potensi kewirausahaan dan bakat kreativitas warga untuk kepentingan masyarakat

Selasa, Mei 06, 2008

Untuk Bandung Tercinta



Beberapa gagasan yang ingin saya share untuk membangun Kota Bandung...
  1. Membangun kota sehingga bisa terjangkau (aksesibel) bagi warga dengan mengatasi masalah kemacetan, mengembangkan kualitas angkutan umum dan penyediaan fasilitas yang layak dan nyaman bagi pejalan kaki dan penyandang cacat.
  2. Membangun dan mengembangkan kegiatan ekonomi yang berwatak kerakyatan, yaitu usaha kecil dan menengah yang bertumpu pada kekuatan produktif manusia, sumberdaya lokal, kreativitas, dan teknologi tepat guna yang berperspektif kelestarian lingkungan.
  3. Mengembangkan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip demokrasi, partisipasi dan kemandirian melalui produksi secara kolektif, koperasi atau kelompok ekonomi, sosial atau swadaya lainnya.
  4. Memperkuat keadilan gender dalam bidang kehidupan ekonomi, sosial, politik dan budaya di masyarakat maupun pemerintahan dengan cara memberikan perlindungan hak-hak kaum perempuan dan insentif untuk pengembangan mereka. Untuk mendukung hal tersebut, akan disediakan fasilitas bagi kaum perempuan agar mereka dapat berpartisipasi penuh dalam kegiatan sosial, ekonomi, politik dan budaya, seperti mendirikan tempat-tempat penitipan anak di pabrik-pabrik, tempat-tempat kerja, komunitas-komunitas miskin kota, maupun tempat-tempat umum lainnya.
  5. Mengembangkan dan memperkuat lembaga-lembaga demokrasi dan memberi ruang kebebasan bagi masyarakat sipil dalam menyampaikan pendapat maupun berorganisasi/berserikat.
  6. Memprioritaskan pengembangan sektor industri dan perdagangan rakyat dengan cara memberi dukungan teknologi, pasar, sarana-prasarana, permodalan dan pengembangan sumberdaya manusia melalui pengorganisasian di bawah koperasi-koperasi atau asosiasi-asosiasi usaha rakyat.
  7. Menciptakan sistem dan kebijakan yang dapat memberikan peluang dan akses yang mudah guna meningkatkan produktifitas usaha-usaha rakyat dan memastikan adanya pengalokasian dana APBD maupun perbankan dalam bentuk pinjaman lunak untuk membantu pengembangan usaha-usaha kecil-menengah produktif.
  8. Menyediakan kesempatan kerja seluas-luasnya bagi pada pemuda-pemudi dengan membangun sektor-sektor usaha yang padat karya, tak terkecuali penghapusan terhadap segala bentuk praktek KKN di perusahaan-perusahaan negara maupun swasta dalam perekrutan tenaga kerja.
  9. Tidak akan melakukan privatisasi industri dan jasa pelayanan publik yang berkait langsung dengan kepentingan masyarakat umum seperti pelayanan pendidikan dan kesehatan, listrik, air, transportasi umum, dan lain-lain agar tetap dikelola Pemerintahan dengan prinsip-prinsip efisiensi dan bersih dari praktek-praktek KKN yang dikontrol langsung oleh masyarakat.
  10. Menstimulasi dan memfasilitasi berbagai inisiatif independen dan ekspresi kelompok-kelompok warga dengan menyediakan dan memfungsikan sarana olah raga dan kesenian, perpustakaan, dan ruang-ruang publik seperti taman-taman, ruang terbuka, dan fasilitas kebudayaan.
  11. Memberikan perlindungan dan kepastian tempat tinggal bagi rakyat serta mengembangkan pola pemukiman pendudukan yang murah dan layak bagi kaum miskin kota, buruh, pegawai kecil, dan pekerja sektor informal lainnya berbasis partisipasi rakyat.
  12. Menyediakan pelayanan air bersih, listrik, MCK, transportasi dan sarana prasarana lainnya secara murah kepada masyarakat dengan cara memberikan subsidi yang diambil dari pajak progresif, hasil keuntungan perusahaan-perusahaan daerah, dan dana-dana bantuan pemerintah lainnya.
  13. Mengembangkan pola pendidikan rakyat yang murah dan berkualitas dari TK sampai perguruan tinggi, menghidupkan kembali sekolah-sekolah yang berbasis pada pengetahuan dan praktek pengalaman lapangan untuk mendukung pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
  14. Menyediakan pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat dengan cara menerapkan sistem asuransi, meningkatkan kualitas layanan klinik kesehatan, rumah sakit, suplai obat-obatan, alat-alat kesehatan, tenaga dokter, voluntir kesehatan dan tenaga medis lainnya.
  15. Mempermudah, mempermurah, dan mempersingkat pengurusan surat-surat kependudukan, perijinan usaha dan perijinan lainnya, dengan sistem One Stop Service.
  16. Meningkatkan Ruang Terbuka Hijau menjadi seluas 20% pada akhir tahun kelima (2013).
  17. Pengendalian perijinan dan pembangunan Bandung Utara.
  18. Pengelolaan PKL dan sektor usaha informal lainnya secara bermartabat. Artinya, akan dilakukan penataan secara lebih manusiawi dan pembinaan untuk kemajuan usaha mereka.
  19. Membatasi pembangunan mall-mall dan lebih memprioritaskan revitalisasi pasar-pasar tradisional.
  20. Pengelolaan sampah yang lebih mengedepankan perspektif ramah lingkungan dan sosial.
Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya jika anda berkenan berbagi gagasan dan masukan untuk kota kita tercinta; Bandung the creative city ever...